10 Tips Agar Sehat Selama Menunaikan Ibadah Haji

10 Tips Agar Sehat Selama Menunaikan Ibadah Haji

Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu juga berisiko pada kesehatan tubuh. Apalagi kondisi medan, iklim, dan cauaca ekstrim di Tanah Suci sangat jauh berbeda dengan keadaan alam di tanah air.

Pertemuan besar para jama’ah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia.

  1. Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.
  2. Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam Zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.
  3. Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.
  4. Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.
  5. Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.
  6. Memerhatikan penyakit yang telah diidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, terutama bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.
  7. Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan pelega tenggorokan.
  8. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.
  9. Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.
  10. Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

Itulah beberapa tips agar anda sehat saat menunaikan ibadah Haji. Jika anda ingin pergi haji, jangan lupa hubungi kami.

Biro Umroh Jakarta Selatan | Biro Umroh Makassar | Biro Umroh Jakarta | Biro Umroh Jakarta Barat | Biro Umroh Jakarta Timur | Biro Umroh Jakarta Pusat | Biro Umroh Bone | Biro Umroh Sinjai | Biro Umroh Mataram | Biro Umroh Denpasar | Biro Umroh Bali | Biro Umroh Sulawesi Selatan | Biro Haji Plus | Biro Umroh Kalimantan Selatan | Biro Umroh Nunukan |Biro Umroh Lampung | Biro Umroh Bekasi

Manfaat dan Keutamaan Ibadah Haji & Umrah bagi Umat Muslim

Manfaat dan Keutamaan Ibadah Haji & Umrah bagi Umat Muslim

Pertama, pertemuan kaum muslimin: Ketahuilah, bahwa bangunan Islam ini dibina atas dasar perkumpulan dan perhimpunan di antara sesama kaum muslimin. Maka dari itu, Allah Ta’ala menjadikan sebagian besar ibadah-ibadah yang di syariatkan-Nya sebagai sarana bagi bermacam-macam pertemuan di antara mereka. Allah membuat pertemuan kaum muslimin yang berulang lima kali sehari, pada tingkat perkampungan dari suatu kota. Dan untuk mengatur itu, Dia syari’atkan shalat jama’ah. Dan Allah membuat pula pertemuan lain bagi mereka, yang berulang sekali setiap minggu pada tingkat kota. Dan untuk mengatur itu, Dia syari’atkan shalat Jum’at. Dan ada pertemuan lain lagi yang Allah buat untuk kaum muslimin, yang berulang sekali setiap tahun pada tingkat dunia Islam seluruhnya. Dan untuk mengaiur itu, Dia syari’atkan haji ke Baitullah al-Haram.

Kedua, menghidupkan hakekat Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan lilimi) dan menampakkannya secara nyata, yakni tanpa dipengaruhi dengan hambatan-hambatan bahasa maupun perbedaan tempat yang saling berjauhan. Dan sebaik-baik cara untuk menghidupkan ukhuwah tersebut ialah dengan mempertemukan kaum muslimin di sekitar Baitul- Inti. rumah Allah yang tua itu, di mana mereka melafazhkan doa yang sama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan satu arah.

Ketiga, mengikat kaum muslimin seluruhnya meski negeri mereka nling berjauhan- kepada satu poros, yaitu Makah al-Mukarramah, yang merupakan tempat kelahiran Islam di muka bumi ini, yang dari sana terpancarlah cahaya Tauhid ke segenap penjuru dunia, agar kota itu menjadi lambang kesatuan mereka dan penjelmaan prinsip mereka.

Keempat, haji merupakan salah satu perwujudan dari persamaan di antara kaum muslimin, yang menggugurkan segala norma yang membeda-bedakan sesama manusia dan membuat mereka saling mengungguli dalam soal pakaian dan tempat tinggal. Di Arafat umpamanya, dan juga di Mina, dan ketika melontar jumrat, dan ketika thawaf, mana yang kaya dan mana yang miskin nyaris tidak diketahui. Buruh dan majikan, pemimpin dan rakyat jelata sama saja. Semuanya larut dalam kerohanian yang sama, yaitu mabuknya kedekatakan kepada Allah dan Imirut kepada redha-Nya. Sesungguhnya haji itu pemandangan indah yang mengingatkan permulaan manusia, di kala mereka keluar dari perut ibu mereka masing- masing dalam keadaan yang sama, tidak ada keistimewaan bagi seorang pun atas yang lain, sebagaimana mengingatkan tempat mereka kembali kelak, di kala seluruh manusia menghadap kepada Rabbul ‘Alamin dalam keadaan telanjang dan tiada beralas kaki, tanpa pangkat, tanpa nasab.

Kelima, Haji juga merupakan peringatan terpenting yang mengingatkan kaum muslimin peristiwa-peristiwa yang telah dialami nenek- moyang dan generasi tua mereka, yaitu para Nabi dan Utusan Tuhan. Setiap persinggahan selama ibadah haji ada hubungannya dengan suatu peristiwa yang membangkitkan banyak kenangan dalam perasaan para jamaah haji. Ketika di Baitullah umpamanya, tergambarlah dalam fikiran seorang mu’min dua Nabi Allah Ibrahim dan Isma’il saat keduanya membangun rumah tua itu.

Dan tergambar pula peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika beliau mencium Hajar Aswad dan menghancurkan patung-patung hingga roboh terjungkal dengan hina-dina. Sedang ketika berada di Shafa dan Marwah, seorang muslim akan teringat Hajar AS di kala ia lari mondar-mandir di antara kedua bukit itu, mencari air buat bayinya, Isma’il. Dan di Mina, ketika melempar jumrat, ia dapat merasakan peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim ketika melawan syaitan dan tidak mempedulikan perintah- perintahnya, lalu dilemparnya dengan batu-batu, sementara beliau dengan mantap memenuhi perintah Tuhannya dan melaksanakan apa yang Dia wahyukan kepadanya dalam mimpinya, agar menyembelih puteranya.

Sedang di ‘Arafat, bergeloralah dalam sanubari si mu’min desakan-desakan keinginan kepada rahmat Allah dan hasrat akan ampunan-Nya. Sementara itu takkan hilang dari hatinya peristiwa yang mengagumkan itu, yang telah dialami Rasulullah pada Haji Wada’, yaitu ketika beliau mengendarai untanya seraya berpesan lewat khutbahnya, dan ditetapkannya bagi mereka prinsip-prinsip hidup yang indah, persamaan yang adil dan persaudaraan yang tulus, serta diingatkannya mereka jangan sampai kembali lagi kepada keburukan-keburukan Jahiliyah:

Artinya: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah Esa. Setiap kamu adalah keturunan Adam, sedang Adam itu dari tanah. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas yang bukan Arab, melainkan dengan takwa. Ketahuilah, janganlah kamu kembali menjadi kafir sepeninggalku, sebagian kamu memenggal leher sebagian yang lain. ”

Keenam, lain dari itu semua adalah karunia yang diperoleh kaum fakir di negeri itu pada musim haji yang diberkati, berupa rizki yang membuat mereka kaya sepanjang tahun, yaitu realisasi dari doa Nabi Ibrahim AS ketika beliau bermunajat kepada Tuhannya: Artinya : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buah mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrahim 14:37)

Ketujuh, haji adalah pendidikan jasmani agar tabah dalam menghadapi kekerasan dan kesulitan, dan sabar dalam menanggung apa pun yang tidak disukai. Dan juga merupakan pendidikan akhlak, agar mau bersikap merendah diri (tawadhu’), tenggang rasa dan berlaku baik dan lemah-lembut dalam pergaulan. Di samping juga merupakan pendidikan jiwa agar gemar berkorban, bermurah hati, bersedekah dan melakukan kebajikan. Dan juga merupakan pendidikan hati nurani agar senantiasa suci dan takut kepada Allah SWT. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat al-Baqarah 2:197: Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh berbicara kotor, berbuat fasik dan berbantah- bantahan selama mengerjakan haji. Dan kebaikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah mengetahuinya. Dan berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal ialah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.”

Sumber : http://islamiwiki.blogspot.co.id

Biro Umroh Jakarta Selatan | Biro Umroh Makassar | Biro Umroh Jakarta | Biro Umroh Jakarta Barat | Biro Umroh Jakarta Timur | Biro Umroh Jakarta Pusat | Biro Umroh Bone | Biro Umroh Sinjai | Biro Umroh Mataram | Biro Umroh Denpasar | Biro Umroh Bali | Biro Umroh Sulawesi Selatan | Biro Haji Plus | Biro Umroh Kalimantan Selatan | Biro Umroh Nunukan |Biro Umroh Lampung | Biro Umroh Bekasi