Apa Bedanya Air Zamzam Asli atau Palsu? Ini Ciri-cirinya

Apa Bedanya Air Zamzam Asli atau Palsu? Ini Ciri-cirinya

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Terungkapnya produksi air zamzam palsu di Semarang, Jawa Tengah menggunakan air isi ulang biasa membuat konsumen harus lebih berhati-hati. Mereka disarankan lebih teliti dalam membeli air zamzam di sejumlah toko oleh-oleh haji dan umrah di Tanah Air.

Kasi Penyiapan Transportasi Udara, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama RI, Edayanti Dasril mengatakan air zamzam dan air biasa secara sekilas memang tidak bisa dibedakan. Namun jika diminum akan sangat terasa perbedaannya.

“Rasanya memang beda dengan air biasa, kalau menurut saya lebih berat dan agak pedar dibanding dengan air yang biasa, dari sisi warna sama,” kata Edayanti pada Republika.co.id, Jumat (10/8).

Selain itu, jika ditelaah lebih jauh air zamzam memiliki pH yang berbeda dengan air biasa. Kadar mineralnya lebih tinggi sehingga saat melewati sinar X, air zamzam akan terlihat lebih pekat dan padat.

“Air zamzam lebih pekat dan volumenya lebih berat dibanding air biasa, itulah kenapa air zamzam mengenyangkan,” kata Edayanti yang saat ini telah berada di Tanah Suci.

Salah satu tugas Seksi Penyiapan Transportasi Udara adalah penanganan air zamzam untuk dibawa pulang oleh jamaah haji Indonesia. Menurut peraturan yang berlaku, setiap jamaah haji berhak mendapatkan satu galon air zamzam dengan ukuran lima liter.

Edayanti mengatakan sesungguhnya air zam-zam dapat diperoleh gratis dan diberikan pemerintah Arab Saudi kepada seluruh jemaah haji. Pemerintah Saudi tidak menjualnya. Namun, pihak penerima hanya perlu mengeluarkan 10 riyal per galon untuk biaya pengemasan.

Setiap jamaah haji dibatasi hanya mendapatkan satu galon berisi lima liter. Pemerintah Saudi sendiri melarang keras penjualan air zamzam dan sekarang sangat dibatasi jumlah pemberiannya. “Jadi kalau sampai dijual di pasaran, palsu mungkin tidak, tapi kemungkinan besar dicampur dengan air biasa,” katanya.

Semakin mahal harganya, kemungkinan persentasi air zamzam lebih banyak dibanding air biasa. Semakin murah harganya kemungkinan persentasi air zam-zamnya lebih sedikit.

Sementara itu, seorang pemilik toko oleh-oleh haji, Ade Fyrman mengatakan oknum yang memproduksi air zamzam palsu telah merusak reputasi toko-toko yang berjualan secara jujur. Ade sendiri menjamin air zamzam yang dijualnya asli.

Ia mendapatkannya dari biro-biro perjalanan yang membawa langsung dari Arab Saudi. Kerja sama tersebut sudah dijalin sejak ia mendirikan toko pada 2014.

Menurutnya, pihak pembeli, baik pemilik toko di Tanah Air maupun jamaah harus jeli saat mendapatkan air zamzam. Pasalnya, produk asli dan palsu memang hampir mirip namun masih dapat dibedakan. “Kalau yang asli itu ada logonya, logo produksi dari Saudi, bentuk galonnya juga berbeda, kertas kemasan pun beda antara percetakan Saudi dan Indonesia,” kata dia.

Continue reading

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

“VISA adalah Dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan sesorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu”

Biaya Visa Untuk umroh

Biaya perizinan / Visa untuk Umroh sendiri dimulai dari harga $75, bisa mengalami kenaikan. terutama ketika akan memasuki bulan Ramadhan, harga Visa bisa naik sampai $300.

Syarat mendapatkan Visa Umroh

untuk mendapatkan Visa Umroh tidaklah terlalu sulit, tetapi peserta umroh wajib mempersiapkan hal-hal berikut ini :

  • Pasport Asli yang masih belaku minimal 6 bulan. Dengan nama minimal 3 Suku kata. Jika Nama anda hanya mempunyai 2 suku kata bisa diakali dengan membagi 2 salah satu nama, atau memakai Bin/binti + nama orang tua.
  • KK dan Buku Nikah Asli bagi suami istri
  • Akte Lahir bagi anak di bawah usia 17 thn
  • Pasfoto terbaru, background berwarna putih, tampak wajah 80%, 6 lembar ukuran 4 x 6.
  • Kartu Kuning Meningitis
  • Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami atau Mahramnya, apabila tidak didampingi, maka diwajibkan untuk melengkapi diri dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya cukup menyertakan KTP ASLI saja.

Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

BEKASI – Kementerian Agama (Kemenag) meresmikan Gedung Asrama Haji Mina D dan Muzdalifah Embarkasi Jakarta – Bekasi di Jalan Kemakmuran No 72, Kota Bekasi, Rabu (7/2/2018). Gedung untuk kebutuhan haji tersebut diresmikan langsung Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

”Diresmikannya gedung ini, menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji,” kata Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, Kementerian Agama terus meningkatkan perbaikan, pelayanan dan pembangunan asrama-asrama haji dan embarkasi di Indonesia.

Lukman menjelaskan, ada sekitar 21 asrama haji dan embarkasi umroh dan haji yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp494 miliar. Sehingga, perbaikan dan pembangunan asrama haji dan embarkasi juga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan untuk seluruh jamaah haji.

Bahkan, kata dia, desain asrama haji betul-betul disamakan dengan hotel-hotel yang ditempati para jemaah haji, baik di Madinah maupun di Mekkah. Pasalnya, Kementerian Agama telah menetapkan standar hotel yang disewa untuk ditempati para jemaah haji minimal bertaraf bintang tiga.

Lukman berharap, dengan kondisi asrama haji yang disesuaikan dengan fasilitas hotel di Arab Saudi tersebut, gedung baru ini tidak hanya semakin memperbesar kapasitas daya tampung, tetapi juga memudahkan jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum bertolak ke tanah suci.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H A Buchori menambhahkan, Asrama Haji dan Embarkasi Jakarta-Bekasi kini mampu menampung 4 kloter jamaah dari seluruh Jawa Barat.”Sebelumnya, sejak 2001 hingga 2016, hanya bisa menampung 3 kloter,” tambahnya.

Buchori mengatakan, gedung yang dibangun dengan dana SBSN sebesar Rp53 miliar ini dapat menampung 1 kloter dengan jumlah jamaah per kamar sebanyak 4 orang, sehingga Jamaah haji merasa nyaman untuk beristirahat di Asrama Haji yang berlokasi di Kota Bekasi ini.

Untuk itu, kata dia, dengan terbentuknya asrama haji ini, tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan dukungan berupa penyediaan lahan seluas 30.984 m2.”Jadi, asrama haji ini sudah layak untuk melayani warga di Jawa Barat dan sekitarnya,” tukasnya.

(pur)

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Jakarta (Sinhat)–Jemaah haji saat berada di Makkah menempati pemondokan yang berbeda-beda. Ada yang letaknya dekat ke Masjidil Haram, namun ada juga yang berjarak agak jauh.

Untuk menentukan pembagiannya agar adil, dilakukan sistem qur’ah, yakni dengan cara pengundian. Proses pengundian sudah berjalan di Jakarta pada tanggal 22 Juni lalu dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri para pejabat Kementerian Agama di daerah termasuk para pengawas haji.

Total ada 117 hotel di Makkah untuk ditempati sekitar 152 ribu jemaah Indonesia. Mereka tersebar berdasarkan kloter dan embarkasi keberangkatan.

Ada pun pemondokan-pemondokan tersebut terbagi ke dalam enam wilayah, yang terdiri dari Jarwal/Biban, Misfalah/Nakasah, Mahbas Jin, Aziziyah, Raudhah dan Syisah. Pemondokan di Makkah dalam lingkup layanan 52 Maktab yang terbagi menjadi 9 sektor.

Wilayah-wilayah di atas dipilih karena mudah dikenali dan diakses, area jalan yang cukup landai dan akses transportasi yang lebih mudah. Semua pemondokan sudah berstandar hotel berbintang 3 dan 4 dengan jarak terjauh maksimal 4,5 kilometer dari Masjidil Haram.

“Intinya adalah bawa karena masing-masing hotel itu punya lokasi berbeda dari Masjidil Haram. Jadi, demi menegakkan keadilan, supaya tidak ada yang iri satu jamaah dengan yang lainnya. Maka cara yang selama ini kita terapkan adalah dengan diundi. Dengan diundi penempatan jemaah semata-mata undian itu yang menentukan,” kata Menag Lukman.

Para jemaah nantinya akan beraktivitas sehari-hari menggunakan bus salawat. Bus itu akan beroperasi selama 24 jam di luar puncak haji, untuk melayani jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. (madin/mch/ar)

Penambahan Kuota Diharapkan Percepat Keberangkatan Calon Haji

Penambahan Kuota Diharapkan Percepat Keberangkatan Calon Haji

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengumumkan kuota haji Indonesia pada tahun ini bertambah menjadi 221 ribu orang. Penambahan kuota haji disambut positif pegiat usaha perjalanan ibadah haji dan umrah di Tanah Air.

“Itu kabar yang bagus sekali bagi jamaah haji Indonesia. Dengan demikian kita harapkan jumlah antrean calon jamaah haji berkurang,” ujar Genera Marketing Alia Go, Rudianto Prasetyo di sela-selau launching both Alia Go di Cipinang Indah Mall, Jakarta, Sabtu (14/2/2017). (Baca juga: Kuota Haji Indonesia 2017 Sebanyak 221 Ribu Orang)

Dengan penambahan kuota haji, Rudianto mengatakan, banyak yang harus dipersiapkan penyelenggara untuk memberangkatkan jamaah hajinya tahun ini.

“Di antaranya tentu akan lebih banyak lagi hotel, bus, dan tiket pesawat yang harus dipersiapkan penyelenggara dari tahun-tahun di mana pemotongan kuota jamaah berlaku,” katanya.

Untuk itu, Rudianto pun menyarankan, agar pemerintah dan penyelenggara swasta bergerak cepat mempersiapkan akomodasi bagi jamaah Indonesia.

“Kita harus bergerak cepat. Karena, bukan kita saja yang sudah dikembalikan kuotanya. Jangan sampai kita ketinggalan dari negara-negara lain yang lebih dulu mendapatkan hotel-hotel yang terbaik di sana,” katanya.

Dia berharap jamaah ke Tanah Suci lebih cepat, khususnya haji khusus yang saat ini antreannya atau daftar tunggunya sudah mencapai di atas lima tahun

Senada dengan Rudianto, penyanyi Rossa di lokasi yang sama juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang sudah mengembalikan kuota haji Indonesia secara normal kembali.

Tiba Di Arab Saudi, Temus Haji Akan Dibekali Pelayanan Prima

Tiba Di Arab Saudi, Temus Haji Akan Dibekali Pelayanan Prima

Jeddah (Sinhat)–Temus haji dari unsur mahasiswa yang sudah tiba di Saudi akan segera bergabung dalam acara Orientasi Tenaga Musiman yang diselenggarakan PPIH selama 2 hari di KUHI. Acara ini akan  dibuka secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel hari ini pukul 8.00 waktu Arab Saudi.

Orientasi ini bertujuan membekali para petugas dari unsur mahasiswa dan mukimin berikut dengan para tenaga pendukung kesehatan yang berjumlah 364 tenaga yang juga berasal dari mukimin di Saudi Arabia.

“Mereka akan dibekali pengetahuan terkait dengan pelayanan maksimal kepada jemaah haji meliputi keimigrasian, perlindungan warga, kebijakan umum haji, dan lain-lain,”ucap Staf Teknis Haji 1 Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Dumyathi Bashori di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (03/08/2016) saat menerima kedatangan para mahasiswa yang akan melayani jemaah Indonesia. (ha/ar)

Megahnya Masjidil Haram Usai Perluasan….Masya Allah

Megahnya Masjidil Haram Usai Perluasan….Masya Allah

Dream – Pintu besi berukuran 5×7 meter itu berdiri kokoh. Di atasnya tertulis angka 123 dalam aksara Arab. Beberapa petunjuk tertera di jalan menyebutkan pintu itu bernama King Abdullah Gate atau Bab Malik Abdullah.

Pintu 123 merupakan akses masuk ke kawasan Masjidil Haram yang telah menjalani perluasan. Melewati pintu itu, koridor luas dengan ornament kuning menjadi pemandangan yang tertangkap mata. Udara sejuk pun mengalir bersamaan dengan rasa dingin yang terasa di telapak kaki.

Dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 15 Agustus 2016 sebagian kawasan perluasan Masjidil Haram telah dibuka. Meski belum semua dibuka, sebagian besar kawasan perluasan sudah dapat digunakan.

Lebih ke dalam, sejumlah ruang terbuka untuk sholat dilengkapi karpet tebal tampak indah. Ruang itu bahkan sudah dipenuhi jemaah saat waktu sholat tiba.

Sejumlah pilar raksasa berhias ornamen warna emas tampak kokoh menahan bangunan. Sementara atap tampak begitu indah dengan sentuhan warna emas berpadu pola yang memesona. Warna emas yang dominan terlihat di kawasan masjid begitu indah terlihat, terlebih dipadu dengan nyala lampu.

Sementara di salah satu sudut, terlihat beberapa tempat air minum zamzam tertata begitu rapi. Para jemaah dapat memanfaatkan tempat air ini untuk menghilangkan dahaga saat menjalankan ibadah.

Proyek perluasan Masjidil Haram telah berlangsung sejak 2013 lalu dan sebagian besar area telah selesai dikerjakan. Meski begitu, masih banyak area masjid yang ditutup karena proses pembangunan yang belum selesai.

Pun demikian halnya dengan jalur yang menghubungkan Gate Abdullah ke area Mataf. Jalur ini belum sepenuhnya dibuka.(Sah)

Jelang Haji 2016 Menghadapi Cuaca Panas Sampai 50 Derajat Celcius Saat Puncak Haji

Jelang Haji 2016 Menghadapi Cuaca Panas Sampai 50 Derajat Celcius Saat Puncak Haji

Jakarta (Sinhat) — Musim haji 2016 atau 1437 Hijriah akan berlangsung di tengah cuaca yang panas. Diprediksi, suhu saat puncak Haji pada awal September 2016 nanti mencapai 55 derajat celcius. Bagaimana persiapan menghadapinya?

Kepala Pusat Kesehatan Haji Muchtaruddin Mansyur menerangkan, saat ini suhu di Arab Saudi rata-rata mencapai 50 derajat celcius. Kondisi ini akan terus bertahan hingga dua bulan ke depan.

“Secara teoritis terus meningkat. Bisa mencapai 55 derajat. Ini tentu sangat berbeda dengan cuaca kita,” kata Muchtaruddin di sela-sela acara pembekalan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (18/06/2016).

Dokter yang sudah berpengalaman dalam urusan kesehatan haji ini mengatakan, tubuh manusia pada suhu tersebut membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Karena itu, butuh persiapan sedari dini agar terhindar dari efek buruknya.

Langkah pertama yang bisa dilakukan jemaah sebelum berangkat untuk menghadapi cuaca panas adalah memeriksakan kesehatan secara berkala. Jemaah harus tahu apakah ada masalah dalam tubuhnya.

“Kalau ada gangguan jantung, ginjal, itu harus diketahui. Dari situ nanti penyakitnya bisa terkendali dan dikenali tingkat parahnya,” papar Muchtaruddin.

Bila masalah dalam tubuhnya sudah dikenali dan terkendali, maka aktivitas ibadah bisa disesuaikan. Jemaah akan diminta agar fokus pada ibadah haji inti, dan tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah.

“Kita harus menyiapkan kondisi fisiknya cukup untuk ibadah haji. Karena itu adalah aktivitas fisik. Jarak dari pondokan sampai tawaf dan sa’i itu sekitar 5 kilometer,” urainya.

Muchtaruddin menyarankan agar para jemaah sudah mulai melatih diri sejak saat ini. “Setiap habis subuh biasakan latihan jalan, agar membiasakan diri nanti,” imbuhnya.

Selama di Arab Saudi, Muchtaruddin berharap para jemaah juga memperhatikan asupan air minum. Jangan sampai mengalami dehidrasi, sebab air minum adalah salah satu bentuk intervensi agar tubuh bisa mempertahankan suhu normal. Bila sampai suhu normal itu tak terjaga, maka muncul kemungkinan terkena heatstroke.

“Itu fatal akibatnya, bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Minimal para jemaah harus minum dua liter air sehari. Kebutuhan itu bisa bertambah seiring dengan berat badan seseorang dan aktivitas fisiknya. Di sana, para petugas katering dan panitia lainnya akan menyediakan air minum. Untuk mengukur apakah tubuh mengalami kekurangan cairan atau tidak, bisa melalui air seni.

“Yang baik itu tidak berwarna dan jernih. Kalau kuning berarti sudah kena dehidrasi,” tambahnya.

“Terakhir, jangan lupa bawa pelindung seperti payung, topi, dan tetap menjaga membawa bekal air dan water spray,” saran Muchtaruddin.

Data dari Kementerian Kesehatan, tahun 2016 ini ada sekitar 58 ribu jamaah yang berisiko tinggi. Mereka adalah para jemaah yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit, di antaranya hipertensi, kolesterol, jantung dan diabetes.

10 Tips Agar Sehat Selama Menunaikan Ibadah Haji

10 Tips Agar Sehat Selama Menunaikan Ibadah Haji

Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu juga berisiko pada kesehatan tubuh. Apalagi kondisi medan, iklim, dan cauaca ekstrim di Tanah Suci sangat jauh berbeda dengan keadaan alam di tanah air.

Pertemuan besar para jama’ah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia.

  1. Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.
  2. Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam Zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.
  3. Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.
  4. Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.
  5. Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.
  6. Memerhatikan penyakit yang telah diidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, terutama bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.
  7. Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan pelega tenggorokan.
  8. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.
  9. Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.
  10. Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

Itulah beberapa tips agar anda sehat saat menunaikan ibadah Haji. Jika anda ingin pergi haji, jangan lupa hubungi kami.

Manfaat dan Keutamaan Ibadah Haji & Umrah bagi Umat Muslim

Manfaat dan Keutamaan Ibadah Haji & Umrah bagi Umat Muslim

Pertama, pertemuan kaum muslimin: Ketahuilah, bahwa bangunan Islam ini dibina atas dasar perkumpulan dan perhimpunan di antara sesama kaum muslimin. Maka dari itu, Allah Ta’ala menjadikan sebagian besar ibadah-ibadah yang di syariatkan-Nya sebagai sarana bagi bermacam-macam pertemuan di antara mereka. Allah membuat pertemuan kaum muslimin yang berulang lima kali sehari, pada tingkat perkampungan dari suatu kota. Dan untuk mengatur itu, Dia syari’atkan shalat jama’ah. Dan Allah membuat pula pertemuan lain bagi mereka, yang berulang sekali setiap minggu pada tingkat kota. Dan untuk mengatur itu, Dia syari’atkan shalat Jum’at. Dan ada pertemuan lain lagi yang Allah buat untuk kaum muslimin, yang berulang sekali setiap tahun pada tingkat dunia Islam seluruhnya. Dan untuk mengaiur itu, Dia syari’atkan haji ke Baitullah al-Haram.

Kedua, menghidupkan hakekat Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan lilimi) dan menampakkannya secara nyata, yakni tanpa dipengaruhi dengan hambatan-hambatan bahasa maupun perbedaan tempat yang saling berjauhan. Dan sebaik-baik cara untuk menghidupkan ukhuwah tersebut ialah dengan mempertemukan kaum muslimin di sekitar Baitul- Inti. rumah Allah yang tua itu, di mana mereka melafazhkan doa yang sama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan satu arah.

Ketiga, mengikat kaum muslimin seluruhnya meski negeri mereka nling berjauhan- kepada satu poros, yaitu Makah al-Mukarramah, yang merupakan tempat kelahiran Islam di muka bumi ini, yang dari sana terpancarlah cahaya Tauhid ke segenap penjuru dunia, agar kota itu menjadi lambang kesatuan mereka dan penjelmaan prinsip mereka.

Keempat, haji merupakan salah satu perwujudan dari persamaan di antara kaum muslimin, yang menggugurkan segala norma yang membeda-bedakan sesama manusia dan membuat mereka saling mengungguli dalam soal pakaian dan tempat tinggal. Di Arafat umpamanya, dan juga di Mina, dan ketika melontar jumrat, dan ketika thawaf, mana yang kaya dan mana yang miskin nyaris tidak diketahui. Buruh dan majikan, pemimpin dan rakyat jelata sama saja. Semuanya larut dalam kerohanian yang sama, yaitu mabuknya kedekatakan kepada Allah dan Imirut kepada redha-Nya. Sesungguhnya haji itu pemandangan indah yang mengingatkan permulaan manusia, di kala mereka keluar dari perut ibu mereka masing- masing dalam keadaan yang sama, tidak ada keistimewaan bagi seorang pun atas yang lain, sebagaimana mengingatkan tempat mereka kembali kelak, di kala seluruh manusia menghadap kepada Rabbul ‘Alamin dalam keadaan telanjang dan tiada beralas kaki, tanpa pangkat, tanpa nasab.

Kelima, Haji juga merupakan peringatan terpenting yang mengingatkan kaum muslimin peristiwa-peristiwa yang telah dialami nenek- moyang dan generasi tua mereka, yaitu para Nabi dan Utusan Tuhan. Setiap persinggahan selama ibadah haji ada hubungannya dengan suatu peristiwa yang membangkitkan banyak kenangan dalam perasaan para jamaah haji. Ketika di Baitullah umpamanya, tergambarlah dalam fikiran seorang mu’min dua Nabi Allah Ibrahim dan Isma’il saat keduanya membangun rumah tua itu.

Dan tergambar pula peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika beliau mencium Hajar Aswad dan menghancurkan patung-patung hingga roboh terjungkal dengan hina-dina. Sedang ketika berada di Shafa dan Marwah, seorang muslim akan teringat Hajar AS di kala ia lari mondar-mandir di antara kedua bukit itu, mencari air buat bayinya, Isma’il. Dan di Mina, ketika melempar jumrat, ia dapat merasakan peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim ketika melawan syaitan dan tidak mempedulikan perintah- perintahnya, lalu dilemparnya dengan batu-batu, sementara beliau dengan mantap memenuhi perintah Tuhannya dan melaksanakan apa yang Dia wahyukan kepadanya dalam mimpinya, agar menyembelih puteranya.

Sedang di ‘Arafat, bergeloralah dalam sanubari si mu’min desakan-desakan keinginan kepada rahmat Allah dan hasrat akan ampunan-Nya. Sementara itu takkan hilang dari hatinya peristiwa yang mengagumkan itu, yang telah dialami Rasulullah pada Haji Wada’, yaitu ketika beliau mengendarai untanya seraya berpesan lewat khutbahnya, dan ditetapkannya bagi mereka prinsip-prinsip hidup yang indah, persamaan yang adil dan persaudaraan yang tulus, serta diingatkannya mereka jangan sampai kembali lagi kepada keburukan-keburukan Jahiliyah:

Artinya: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah Esa. Setiap kamu adalah keturunan Adam, sedang Adam itu dari tanah. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas yang bukan Arab, melainkan dengan takwa. Ketahuilah, janganlah kamu kembali menjadi kafir sepeninggalku, sebagian kamu memenggal leher sebagian yang lain. ”

Keenam, lain dari itu semua adalah karunia yang diperoleh kaum fakir di negeri itu pada musim haji yang diberkati, berupa rizki yang membuat mereka kaya sepanjang tahun, yaitu realisasi dari doa Nabi Ibrahim AS ketika beliau bermunajat kepada Tuhannya: Artinya : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buah mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrahim 14:37)

Ketujuh, haji adalah pendidikan jasmani agar tabah dalam menghadapi kekerasan dan kesulitan, dan sabar dalam menanggung apa pun yang tidak disukai. Dan juga merupakan pendidikan akhlak, agar mau bersikap merendah diri (tawadhu’), tenggang rasa dan berlaku baik dan lemah-lembut dalam pergaulan. Di samping juga merupakan pendidikan jiwa agar gemar berkorban, bermurah hati, bersedekah dan melakukan kebajikan. Dan juga merupakan pendidikan hati nurani agar senantiasa suci dan takut kepada Allah SWT. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat al-Baqarah 2:197: Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh berbicara kotor, berbuat fasik dan berbantah- bantahan selama mengerjakan haji. Dan kebaikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah mengetahuinya. Dan berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal ialah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.”

Sumber : http://islamiwiki.blogspot.co.id