Cerita Petugas Haji 13 Tahun Tinggalkan Keluarga demi Melayani Tamu Allah

MADINAH – Perawakannya begitu tenang, tidak banyak bicara. Sesekali berujar hanya hal-hal penting saja. Namun, langkahnya kian cepat ketika memenuhi panggilan tugas dan tanggung jawabnya menyelesaikan pekerjaan yang menanti di hadapannya.

Senyumnya yang khas namun ia tetap tegas, tidak melihat siapa dia bila bersalah tetaplah salah, benar ya benar. Kejujuran dan keikhlasan adalah kunci baginya bisa sampai titik seperti sekarang ini. Continue reading

Lima Jamaah Haji Khusus Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Lima Jamaah Haji Khusus Masih Dirawat di RS Arab Saudi

MADINAH – Jadwal pemulangan rombongan jamaah haji khusus ke Indonesia dari Tanah Suci telah berakhir. Kendati demikian, lima dari total rombongan yang berangkat tahun ini masih dirawat di rumah sakit.

Jumlah jamaah dan petugas dari Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang meninggalkan Arab Saudi sebanyak 16.814 orang atau 99,8 persen dari jamaah haji khusus yang tiba di Arab Saudi yang berjumlah 16.840 orang.

Angka itu termasuk satu orang jamaah PT Primas (Kosorsium PT Dewi Serasi) yang wafat di atas pesawat sebelum mendarat di Tanah Air dan masih terdapat lima jamaah yang menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi.

Empat dari jamaah yang sakit di rawat di Madinah, sedangkan satu orang dirawat di Makkah. Sementara itu 21 orang jamaah haji khusus wafat selama di Arab Saudi.

Continue reading

Apa Bedanya Air Zamzam Asli atau Palsu? Ini Ciri-cirinya

Apa Bedanya Air Zamzam Asli atau Palsu? Ini Ciri-cirinya

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Terungkapnya produksi air zamzam palsu di Semarang, Jawa Tengah menggunakan air isi ulang biasa membuat konsumen harus lebih berhati-hati. Mereka disarankan lebih teliti dalam membeli air zamzam di sejumlah toko oleh-oleh haji dan umrah di Tanah Air.

Kasi Penyiapan Transportasi Udara, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama RI, Edayanti Dasril mengatakan air zamzam dan air biasa secara sekilas memang tidak bisa dibedakan. Namun jika diminum akan sangat terasa perbedaannya.

“Rasanya memang beda dengan air biasa, kalau menurut saya lebih berat dan agak pedar dibanding dengan air yang biasa, dari sisi warna sama,” kata Edayanti pada Republika.co.id, Jumat (10/8).

Selain itu, jika ditelaah lebih jauh air zamzam memiliki pH yang berbeda dengan air biasa. Kadar mineralnya lebih tinggi sehingga saat melewati sinar X, air zamzam akan terlihat lebih pekat dan padat.

“Air zamzam lebih pekat dan volumenya lebih berat dibanding air biasa, itulah kenapa air zamzam mengenyangkan,” kata Edayanti yang saat ini telah berada di Tanah Suci.

Salah satu tugas Seksi Penyiapan Transportasi Udara adalah penanganan air zamzam untuk dibawa pulang oleh jamaah haji Indonesia. Menurut peraturan yang berlaku, setiap jamaah haji berhak mendapatkan satu galon air zamzam dengan ukuran lima liter.

Edayanti mengatakan sesungguhnya air zam-zam dapat diperoleh gratis dan diberikan pemerintah Arab Saudi kepada seluruh jemaah haji. Pemerintah Saudi tidak menjualnya. Namun, pihak penerima hanya perlu mengeluarkan 10 riyal per galon untuk biaya pengemasan.

Setiap jamaah haji dibatasi hanya mendapatkan satu galon berisi lima liter. Pemerintah Saudi sendiri melarang keras penjualan air zamzam dan sekarang sangat dibatasi jumlah pemberiannya. “Jadi kalau sampai dijual di pasaran, palsu mungkin tidak, tapi kemungkinan besar dicampur dengan air biasa,” katanya.

Semakin mahal harganya, kemungkinan persentasi air zamzam lebih banyak dibanding air biasa. Semakin murah harganya kemungkinan persentasi air zam-zamnya lebih sedikit.

Sementara itu, seorang pemilik toko oleh-oleh haji, Ade Fyrman mengatakan oknum yang memproduksi air zamzam palsu telah merusak reputasi toko-toko yang berjualan secara jujur. Ade sendiri menjamin air zamzam yang dijualnya asli.

Ia mendapatkannya dari biro-biro perjalanan yang membawa langsung dari Arab Saudi. Kerja sama tersebut sudah dijalin sejak ia mendirikan toko pada 2014.

Menurutnya, pihak pembeli, baik pemilik toko di Tanah Air maupun jamaah harus jeli saat mendapatkan air zamzam. Pasalnya, produk asli dan palsu memang hampir mirip namun masih dapat dibedakan. “Kalau yang asli itu ada logonya, logo produksi dari Saudi, bentuk galonnya juga berbeda, kertas kemasan pun beda antara percetakan Saudi dan Indonesia,” kata dia.

Continue reading

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

“VISA adalah Dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan sesorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu”

Biaya Visa Untuk umroh

Biaya perizinan / Visa untuk Umroh sendiri dimulai dari harga $75, bisa mengalami kenaikan. terutama ketika akan memasuki bulan Ramadhan, harga Visa bisa naik sampai $300.

Syarat mendapatkan Visa Umroh

untuk mendapatkan Visa Umroh tidaklah terlalu sulit, tetapi peserta umroh wajib mempersiapkan hal-hal berikut ini :

  • Pasport Asli yang masih belaku minimal 6 bulan. Dengan nama minimal 3 Suku kata. Jika Nama anda hanya mempunyai 2 suku kata bisa diakali dengan membagi 2 salah satu nama, atau memakai Bin/binti + nama orang tua.
  • KK dan Buku Nikah Asli bagi suami istri
  • Akte Lahir bagi anak di bawah usia 17 thn
  • Pasfoto terbaru, background berwarna putih, tampak wajah 80%, 6 lembar ukuran 4 x 6.
  • Kartu Kuning Meningitis
  • Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami atau Mahramnya, apabila tidak didampingi, maka diwajibkan untuk melengkapi diri dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya cukup menyertakan KTP ASLI saja.

Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

BEKASI – Kementerian Agama (Kemenag) meresmikan Gedung Asrama Haji Mina D dan Muzdalifah Embarkasi Jakarta – Bekasi di Jalan Kemakmuran No 72, Kota Bekasi, Rabu (7/2/2018). Gedung untuk kebutuhan haji tersebut diresmikan langsung Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

”Diresmikannya gedung ini, menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji,” kata Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, Kementerian Agama terus meningkatkan perbaikan, pelayanan dan pembangunan asrama-asrama haji dan embarkasi di Indonesia.

Lukman menjelaskan, ada sekitar 21 asrama haji dan embarkasi umroh dan haji yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp494 miliar. Sehingga, perbaikan dan pembangunan asrama haji dan embarkasi juga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan untuk seluruh jamaah haji.

Bahkan, kata dia, desain asrama haji betul-betul disamakan dengan hotel-hotel yang ditempati para jemaah haji, baik di Madinah maupun di Mekkah. Pasalnya, Kementerian Agama telah menetapkan standar hotel yang disewa untuk ditempati para jemaah haji minimal bertaraf bintang tiga.

Lukman berharap, dengan kondisi asrama haji yang disesuaikan dengan fasilitas hotel di Arab Saudi tersebut, gedung baru ini tidak hanya semakin memperbesar kapasitas daya tampung, tetapi juga memudahkan jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum bertolak ke tanah suci.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H A Buchori menambhahkan, Asrama Haji dan Embarkasi Jakarta-Bekasi kini mampu menampung 4 kloter jamaah dari seluruh Jawa Barat.”Sebelumnya, sejak 2001 hingga 2016, hanya bisa menampung 3 kloter,” tambahnya.

Buchori mengatakan, gedung yang dibangun dengan dana SBSN sebesar Rp53 miliar ini dapat menampung 1 kloter dengan jumlah jamaah per kamar sebanyak 4 orang, sehingga Jamaah haji merasa nyaman untuk beristirahat di Asrama Haji yang berlokasi di Kota Bekasi ini.

Untuk itu, kata dia, dengan terbentuknya asrama haji ini, tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan dukungan berupa penyediaan lahan seluas 30.984 m2.”Jadi, asrama haji ini sudah layak untuk melayani warga di Jawa Barat dan sekitarnya,” tukasnya.

(pur)

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Jakarta (Sinhat)–Jemaah haji saat berada di Makkah menempati pemondokan yang berbeda-beda. Ada yang letaknya dekat ke Masjidil Haram, namun ada juga yang berjarak agak jauh.

Untuk menentukan pembagiannya agar adil, dilakukan sistem qur’ah, yakni dengan cara pengundian. Proses pengundian sudah berjalan di Jakarta pada tanggal 22 Juni lalu dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri para pejabat Kementerian Agama di daerah termasuk para pengawas haji.

Total ada 117 hotel di Makkah untuk ditempati sekitar 152 ribu jemaah Indonesia. Mereka tersebar berdasarkan kloter dan embarkasi keberangkatan.

Ada pun pemondokan-pemondokan tersebut terbagi ke dalam enam wilayah, yang terdiri dari Jarwal/Biban, Misfalah/Nakasah, Mahbas Jin, Aziziyah, Raudhah dan Syisah. Pemondokan di Makkah dalam lingkup layanan 52 Maktab yang terbagi menjadi 9 sektor.

Wilayah-wilayah di atas dipilih karena mudah dikenali dan diakses, area jalan yang cukup landai dan akses transportasi yang lebih mudah. Semua pemondokan sudah berstandar hotel berbintang 3 dan 4 dengan jarak terjauh maksimal 4,5 kilometer dari Masjidil Haram.

“Intinya adalah bawa karena masing-masing hotel itu punya lokasi berbeda dari Masjidil Haram. Jadi, demi menegakkan keadilan, supaya tidak ada yang iri satu jamaah dengan yang lainnya. Maka cara yang selama ini kita terapkan adalah dengan diundi. Dengan diundi penempatan jemaah semata-mata undian itu yang menentukan,” kata Menag Lukman.

Para jemaah nantinya akan beraktivitas sehari-hari menggunakan bus salawat. Bus itu akan beroperasi selama 24 jam di luar puncak haji, untuk melayani jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. (madin/mch/ar)

Penambahan Kuota Diharapkan Percepat Keberangkatan Calon Haji

Penambahan Kuota Diharapkan Percepat Keberangkatan Calon Haji

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengumumkan kuota haji Indonesia pada tahun ini bertambah menjadi 221 ribu orang. Penambahan kuota haji disambut positif pegiat usaha perjalanan ibadah haji dan umrah di Tanah Air.

“Itu kabar yang bagus sekali bagi jamaah haji Indonesia. Dengan demikian kita harapkan jumlah antrean calon jamaah haji berkurang,” ujar Genera Marketing Alia Go, Rudianto Prasetyo di sela-selau launching both Alia Go di Cipinang Indah Mall, Jakarta, Sabtu (14/2/2017). (Baca juga: Kuota Haji Indonesia 2017 Sebanyak 221 Ribu Orang)

Dengan penambahan kuota haji, Rudianto mengatakan, banyak yang harus dipersiapkan penyelenggara untuk memberangkatkan jamaah hajinya tahun ini.

“Di antaranya tentu akan lebih banyak lagi hotel, bus, dan tiket pesawat yang harus dipersiapkan penyelenggara dari tahun-tahun di mana pemotongan kuota jamaah berlaku,” katanya.

Untuk itu, Rudianto pun menyarankan, agar pemerintah dan penyelenggara swasta bergerak cepat mempersiapkan akomodasi bagi jamaah Indonesia.

“Kita harus bergerak cepat. Karena, bukan kita saja yang sudah dikembalikan kuotanya. Jangan sampai kita ketinggalan dari negara-negara lain yang lebih dulu mendapatkan hotel-hotel yang terbaik di sana,” katanya.

Dia berharap jamaah ke Tanah Suci lebih cepat, khususnya haji khusus yang saat ini antreannya atau daftar tunggunya sudah mencapai di atas lima tahun

Senada dengan Rudianto, penyanyi Rossa di lokasi yang sama juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang sudah mengembalikan kuota haji Indonesia secara normal kembali.

Tiba Di Arab Saudi, Temus Haji Akan Dibekali Pelayanan Prima

Tiba Di Arab Saudi, Temus Haji Akan Dibekali Pelayanan Prima

Jeddah (Sinhat)–Temus haji dari unsur mahasiswa yang sudah tiba di Saudi akan segera bergabung dalam acara Orientasi Tenaga Musiman yang diselenggarakan PPIH selama 2 hari di KUHI. Acara ini akan  dibuka secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel hari ini pukul 8.00 waktu Arab Saudi.

Orientasi ini bertujuan membekali para petugas dari unsur mahasiswa dan mukimin berikut dengan para tenaga pendukung kesehatan yang berjumlah 364 tenaga yang juga berasal dari mukimin di Saudi Arabia.

“Mereka akan dibekali pengetahuan terkait dengan pelayanan maksimal kepada jemaah haji meliputi keimigrasian, perlindungan warga, kebijakan umum haji, dan lain-lain,”ucap Staf Teknis Haji 1 Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Dumyathi Bashori di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (03/08/2016) saat menerima kedatangan para mahasiswa yang akan melayani jemaah Indonesia. (ha/ar)

Megahnya Masjidil Haram Usai Perluasan….Masya Allah

Megahnya Masjidil Haram Usai Perluasan….Masya Allah

Dream – Pintu besi berukuran 5×7 meter itu berdiri kokoh. Di atasnya tertulis angka 123 dalam aksara Arab. Beberapa petunjuk tertera di jalan menyebutkan pintu itu bernama King Abdullah Gate atau Bab Malik Abdullah.

Pintu 123 merupakan akses masuk ke kawasan Masjidil Haram yang telah menjalani perluasan. Melewati pintu itu, koridor luas dengan ornament kuning menjadi pemandangan yang tertangkap mata. Udara sejuk pun mengalir bersamaan dengan rasa dingin yang terasa di telapak kaki.

Dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 15 Agustus 2016 sebagian kawasan perluasan Masjidil Haram telah dibuka. Meski belum semua dibuka, sebagian besar kawasan perluasan sudah dapat digunakan.

Lebih ke dalam, sejumlah ruang terbuka untuk sholat dilengkapi karpet tebal tampak indah. Ruang itu bahkan sudah dipenuhi jemaah saat waktu sholat tiba.

Sejumlah pilar raksasa berhias ornamen warna emas tampak kokoh menahan bangunan. Sementara atap tampak begitu indah dengan sentuhan warna emas berpadu pola yang memesona. Warna emas yang dominan terlihat di kawasan masjid begitu indah terlihat, terlebih dipadu dengan nyala lampu.

Sementara di salah satu sudut, terlihat beberapa tempat air minum zamzam tertata begitu rapi. Para jemaah dapat memanfaatkan tempat air ini untuk menghilangkan dahaga saat menjalankan ibadah.

Proyek perluasan Masjidil Haram telah berlangsung sejak 2013 lalu dan sebagian besar area telah selesai dikerjakan. Meski begitu, masih banyak area masjid yang ditutup karena proses pembangunan yang belum selesai.

Pun demikian halnya dengan jalur yang menghubungkan Gate Abdullah ke area Mataf. Jalur ini belum sepenuhnya dibuka.(Sah)

Jelang Haji 2016 Menghadapi Cuaca Panas Sampai 50 Derajat Celcius Saat Puncak Haji

Jelang Haji 2016 Menghadapi Cuaca Panas Sampai 50 Derajat Celcius Saat Puncak Haji

Jakarta (Sinhat) — Musim haji 2016 atau 1437 Hijriah akan berlangsung di tengah cuaca yang panas. Diprediksi, suhu saat puncak Haji pada awal September 2016 nanti mencapai 55 derajat celcius. Bagaimana persiapan menghadapinya?

Kepala Pusat Kesehatan Haji Muchtaruddin Mansyur menerangkan, saat ini suhu di Arab Saudi rata-rata mencapai 50 derajat celcius. Kondisi ini akan terus bertahan hingga dua bulan ke depan.

“Secara teoritis terus meningkat. Bisa mencapai 55 derajat. Ini tentu sangat berbeda dengan cuaca kita,” kata Muchtaruddin di sela-sela acara pembekalan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (18/06/2016).

Dokter yang sudah berpengalaman dalam urusan kesehatan haji ini mengatakan, tubuh manusia pada suhu tersebut membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Karena itu, butuh persiapan sedari dini agar terhindar dari efek buruknya.

Langkah pertama yang bisa dilakukan jemaah sebelum berangkat untuk menghadapi cuaca panas adalah memeriksakan kesehatan secara berkala. Jemaah harus tahu apakah ada masalah dalam tubuhnya.

“Kalau ada gangguan jantung, ginjal, itu harus diketahui. Dari situ nanti penyakitnya bisa terkendali dan dikenali tingkat parahnya,” papar Muchtaruddin.

Bila masalah dalam tubuhnya sudah dikenali dan terkendali, maka aktivitas ibadah bisa disesuaikan. Jemaah akan diminta agar fokus pada ibadah haji inti, dan tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah.

“Kita harus menyiapkan kondisi fisiknya cukup untuk ibadah haji. Karena itu adalah aktivitas fisik. Jarak dari pondokan sampai tawaf dan sa’i itu sekitar 5 kilometer,” urainya.

Muchtaruddin menyarankan agar para jemaah sudah mulai melatih diri sejak saat ini. “Setiap habis subuh biasakan latihan jalan, agar membiasakan diri nanti,” imbuhnya.

Selama di Arab Saudi, Muchtaruddin berharap para jemaah juga memperhatikan asupan air minum. Jangan sampai mengalami dehidrasi, sebab air minum adalah salah satu bentuk intervensi agar tubuh bisa mempertahankan suhu normal. Bila sampai suhu normal itu tak terjaga, maka muncul kemungkinan terkena heatstroke.

“Itu fatal akibatnya, bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Minimal para jemaah harus minum dua liter air sehari. Kebutuhan itu bisa bertambah seiring dengan berat badan seseorang dan aktivitas fisiknya. Di sana, para petugas katering dan panitia lainnya akan menyediakan air minum. Untuk mengukur apakah tubuh mengalami kekurangan cairan atau tidak, bisa melalui air seni.

“Yang baik itu tidak berwarna dan jernih. Kalau kuning berarti sudah kena dehidrasi,” tambahnya.

“Terakhir, jangan lupa bawa pelindung seperti payung, topi, dan tetap menjaga membawa bekal air dan water spray,” saran Muchtaruddin.

Data dari Kementerian Kesehatan, tahun 2016 ini ada sekitar 58 ribu jamaah yang berisiko tinggi. Mereka adalah para jemaah yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit, di antaranya hipertensi, kolesterol, jantung dan diabetes.