Umroh Syawal 2018 / 1439 H

Umroh Syawal 2018 / 1439 H

HARI KE 01 : JAKARTA – JEDDAH – MADINAH

Berkumpul di terminal II pintu D2 pukul 11:00 WIB, berangkat menuju Jeddah pukul 14:25 WIB,tiba di Jeddah pukul 20:30 WAS. Setelah proses imigrasi selesai,melanjutkan perjalanan ke Madinah, tiba di Madinah,check in hotel istirahat

HARI KE 02 : MADINAH

Setelah sarapan, Ziarah ke Makam Rasulullah, Raudhah dan Mighrab di Masjid Nabawi

HARI KE 03 : MADINAH

(pukul 07:00 WAS) Ziarah ke Masjid Quba, Pasar Kurma, Jabal Uhud, Kiblatain. Khandak

HARI KE 04 : MADINAH – MEKKAH

Check out hotel mengenakan ihram, melanjutkan perjalanan menuju Mekkah dengan menggunakan bus AC. Singgah di Biir Ali untuk mengambil miqat.

Tiba di Mekkah langsung menuju hotel untuk check in dan istirahat sejenak. Melaksanakan ibadah umrah (thawaf, sa’i, tahallul) di Masjidil Haram.

HARI KE 05 : MEKKAH

Perbanyak ibadah selama di Mekkah

HARI KE 06 : MEKKAH

Perbanyak ibadah selama di Mekkah

HARI KE 07 : MEKKAH

Pukul 07:00 WAS Ziarah ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah (Arofah) Muzdalifah, Mina dan Masjid Jironah

HARI KE 08 : MEKKAH – JEDDAH – JAKARTA

Tawaf Wada’, check out hotel berangkat menuju Jeddah. Tiba di Jeddah, langsung citytour mengunjungi Balad (Chornice) Masjid Qisos, Makam Siti Hawa, Laut Merah. transfer bandara King Abdul Aziz, melanjutkan perjalanan menuju Jakarta Pukul 22:50 WAS

HARI KE 09: JAKARTA

Tiba di Jakarta Pukul 12:15 WIB

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

Bagaimana cara mengurus visa umrah secara mandiri?

“VISA adalah Dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan sesorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu”

Biaya Visa Untuk umroh

Biaya perizinan / Visa untuk Umroh sendiri dimulai dari harga $75, bisa mengalami kenaikan. terutama ketika akan memasuki bulan Ramadhan, harga Visa bisa naik sampai $300.

Syarat mendapatkan Visa Umroh

untuk mendapatkan Visa Umroh tidaklah terlalu sulit, tetapi peserta umroh wajib mempersiapkan hal-hal berikut ini :

  • Pasport Asli yang masih belaku minimal 6 bulan. Dengan nama minimal 3 Suku kata. Jika Nama anda hanya mempunyai 2 suku kata bisa diakali dengan membagi 2 salah satu nama, atau memakai Bin/binti + nama orang tua.
  • KK dan Buku Nikah Asli bagi suami istri
  • Akte Lahir bagi anak di bawah usia 17 thn
  • Pasfoto terbaru, background berwarna putih, tampak wajah 80%, 6 lembar ukuran 4 x 6.
  • Kartu Kuning Meningitis
  • Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami atau Mahramnya, apabila tidak didampingi, maka diwajibkan untuk melengkapi diri dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya cukup menyertakan KTP ASLI saja.

Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

Menteri Agama Resmikan Asrama Haji dan Embarkasi Bekasi

BEKASI – Kementerian Agama (Kemenag) meresmikan Gedung Asrama Haji Mina D dan Muzdalifah Embarkasi Jakarta – Bekasi di Jalan Kemakmuran No 72, Kota Bekasi, Rabu (7/2/2018). Gedung untuk kebutuhan haji tersebut diresmikan langsung Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

”Diresmikannya gedung ini, menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji,” kata Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, Kementerian Agama terus meningkatkan perbaikan, pelayanan dan pembangunan asrama-asrama haji dan embarkasi di Indonesia.

Lukman menjelaskan, ada sekitar 21 asrama haji dan embarkasi umroh dan haji yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp494 miliar. Sehingga, perbaikan dan pembangunan asrama haji dan embarkasi juga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan untuk seluruh jamaah haji.

Bahkan, kata dia, desain asrama haji betul-betul disamakan dengan hotel-hotel yang ditempati para jemaah haji, baik di Madinah maupun di Mekkah. Pasalnya, Kementerian Agama telah menetapkan standar hotel yang disewa untuk ditempati para jemaah haji minimal bertaraf bintang tiga.

Lukman berharap, dengan kondisi asrama haji yang disesuaikan dengan fasilitas hotel di Arab Saudi tersebut, gedung baru ini tidak hanya semakin memperbesar kapasitas daya tampung, tetapi juga memudahkan jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum bertolak ke tanah suci.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H A Buchori menambhahkan, Asrama Haji dan Embarkasi Jakarta-Bekasi kini mampu menampung 4 kloter jamaah dari seluruh Jawa Barat.”Sebelumnya, sejak 2001 hingga 2016, hanya bisa menampung 3 kloter,” tambahnya.

Buchori mengatakan, gedung yang dibangun dengan dana SBSN sebesar Rp53 miliar ini dapat menampung 1 kloter dengan jumlah jamaah per kamar sebanyak 4 orang, sehingga Jamaah haji merasa nyaman untuk beristirahat di Asrama Haji yang berlokasi di Kota Bekasi ini.

Untuk itu, kata dia, dengan terbentuknya asrama haji ini, tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan dukungan berupa penyediaan lahan seluas 30.984 m2.”Jadi, asrama haji ini sudah layak untuk melayani warga di Jawa Barat dan sekitarnya,” tukasnya.

(pur)

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Pemondokan Jemaah Setaraf Hotel Berbintang 3

Jakarta (Sinhat)–Jemaah haji saat berada di Makkah menempati pemondokan yang berbeda-beda. Ada yang letaknya dekat ke Masjidil Haram, namun ada juga yang berjarak agak jauh.

Untuk menentukan pembagiannya agar adil, dilakukan sistem qur’ah, yakni dengan cara pengundian. Proses pengundian sudah berjalan di Jakarta pada tanggal 22 Juni lalu dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri para pejabat Kementerian Agama di daerah termasuk para pengawas haji.

Total ada 117 hotel di Makkah untuk ditempati sekitar 152 ribu jemaah Indonesia. Mereka tersebar berdasarkan kloter dan embarkasi keberangkatan.

Ada pun pemondokan-pemondokan tersebut terbagi ke dalam enam wilayah, yang terdiri dari Jarwal/Biban, Misfalah/Nakasah, Mahbas Jin, Aziziyah, Raudhah dan Syisah. Pemondokan di Makkah dalam lingkup layanan 52 Maktab yang terbagi menjadi 9 sektor.

Wilayah-wilayah di atas dipilih karena mudah dikenali dan diakses, area jalan yang cukup landai dan akses transportasi yang lebih mudah. Semua pemondokan sudah berstandar hotel berbintang 3 dan 4 dengan jarak terjauh maksimal 4,5 kilometer dari Masjidil Haram.

“Intinya adalah bawa karena masing-masing hotel itu punya lokasi berbeda dari Masjidil Haram. Jadi, demi menegakkan keadilan, supaya tidak ada yang iri satu jamaah dengan yang lainnya. Maka cara yang selama ini kita terapkan adalah dengan diundi. Dengan diundi penempatan jemaah semata-mata undian itu yang menentukan,” kata Menag Lukman.

Para jemaah nantinya akan beraktivitas sehari-hari menggunakan bus salawat. Bus itu akan beroperasi selama 24 jam di luar puncak haji, untuk melayani jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. (madin/mch/ar)